*

Islam Dalam Pemahamanku

Dengan nama Alloh, dan dengan memohon maaf atas segala kesalahan, saya mencoba menuliskan pemahaman saya tentang Islam:

Islam secara ringkas adalah terdiri dari 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam:
  • 6 rukun iman adalah iman kepada Alloh, iman kepada Para Nabi dan Rasul, iman kepada Malaikat, iman kepada Kitab Suci, iman kepada Hari Kiamat, dan iman kepada Qodo dan Qodar.
  • 5 rukun Islam adalah mengucapkan Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, dan Haji.
Dari ke 6 rukun iman, yang unique adalah beriman kepada kerasulan Nabi Muhammad SAW dan Kitab Suci Al Qur'an yang menyertai kerasulan Beliau. Sedangkan keimanan yang lain bisa dikatakan sesuatu yang umum, dan sangat mungkin ditemukan di agama lain. Dan inti dari keimanan tentu saja adalah iman kepada Tuhan itu sendiri, dan keimanan kepada yang yang lain adalah sebagai konsekuensi dari keimanan kepada Tuhan itu sendiri.

Iman kepada Alloh dan keunique-an iman kepada Rasulullah Muhammad SAW dirangkum dalam satu kalimat Syahadat. Sehingga saya simpulkan bahwa ke 6 rukun iman pada dasarnya telah tercakup di dalam rukun Islam yang ke-1.

Dari ke 5 rukun Islam, puasa-zakat-haji bersifat opsional, yaitu wajib dilaksanakan apabila mampu. Karena opsional, maka saya simpulkan bahwa ketiganya tidak bersifat prinsipal. Sehingga rukun Islam yang prinsipal adalah syahadat dan sholat. Syahadat wajib diucapkan sekali saja seumur hidup, tetapi diperbarui (diucapkan lagi) minimal 5 kali sehari di dalam sholat. Maka yang benar-benar prinsipal dan praktikal dari agama Islam adalah sholat. Oleh karena itu dikatakan bahwa sholat adalah tiang agama (Islam). Bila syahadat adalah kunci pembuka pintu Islam, maka sholat adalah hampir semua ruang dibalik pintu tersebut. Boleh dikatakan sia-sia semua amal ibadah seorang Islam apabila dia dengan sengaja meninggalkan sholatnya.

Selanjutny` adalah bahwa sholatpun boleh dilaksanakan dengan gerakan minimal apabila kondisi tidak memungkinkan, misalnya sedang sakit. Sehingga saya simpulkan bahwa gerakan sholat bersifat opsional, sekali lagi wajib dilaksanakan apabila mampu, tetapi tidak bersifat prinsipal. Sehingga yang benar-benar prinsipal adalah takbiratul ihram (sebagai perwujudan niat dan kunci pembuka sholat), membaca Al Fatihah, dan membaca syahadat di tahiyat akhir.

Sebelumnya saya ingin menekankan bahwa yang opsional dapat menggagalkan yang prinsipal apabila kondisinya tidak sesuai. Artinya adalah bahwa seseorang tidak sah ibadahnya biarpun dia melaksanakan hal yang prinsipal, apabila dia tidak melaksanakan yang opsional padahal dia mampu. Karena melaksanakan hal yang opsional menunjukkan kesungguhannya terhadap hal yang prinsipal.

Mengulangi pembahasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa amalan utama di dalam Islam adalah: memperbarui syahadat minimal 5 kali sehari, dan membaca Al Fatihah minimal 17 kali sehari (bagi non muslim untuk diketahui bahwa sholat dilaksanakan 5 kali sehari sebanyak 17 raka'at: shubuh 2, dhuhur 4, ashar 4, maghrib 3, dan isyak 4). Kekurangan dalam kedua amalan di atas akan memberikan konsekuensi-konsekuensi tertentu yang akan terlihat jelas bagi orang yang dapat melihatnya.

Selain yang minimal di atas, maka mengulang-ulang syahadat dan Al Fatihah sebanyak-banyaknya adalah sangat dianjurkan. Sebagai alternatif maka pengucapan syahadat dapat dibagi dua, yaitu: mengucapkan kalimat tahlil yang beratnya melebihi berat seluruh alam semesta, dan mengucapkan salawat nabi yang bisa melancarkan segala urusan di dunia. Setelah mengucapkan berulang-ulang tahlil, salawat, dan Al Fatihah, maka memahami makna sebenarnya dari ketiga amalan tersebut adalah kewajiban utama bagi setiap muslim.



Tulisan ini telah di-edit di Islam itu sederhana...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar